Dalam pelaksanan kegiatan pembelajaran, ditinjau dari fasilitas yang ada,
ada dua pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu pendekatan kelas dan pendekatan
laboratorium. Pendekatan kelas digunakan jika tidak cukup tersedianya komputer
bagi siswa. Pendekatan ini cukup memerlukan satu komputer dengan dukungan
viewer (proyektor untuk komputer). Guru dapat membuat presentasi materi
pembelajaran yang menarik dan menantang, yang memperhatikan aspek visual ,
animasi yang menarik, sekuensial, dan pertanyaan-pertanyaan bagi siswa yang
mendukung pemahaman konsep.
Jika tersedia fasilitas komputer yang mencukupi (idealnya satu komputer
untuk satu siswa), maka dapat dilakukan pendekatan laboratorium. Dalam
pendekatan ini Guru menyusun lembar kerja dan lembar kegiatan bagi siswa.
Lembar kegiatan siswa berisi
serangkaian tugas/kegiatan yang harus dikerjakan
siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan (menuju suatu konsep tertentu).
Lembar kerja siswa secara umum berisi pertanyaan-pertanyaan atau latihan yang
harus dikerjakan siswa untuk makin memantapkan konsep yang didapat.
Dalam bab ini akan diberikan beberapa contoh kegiatan pembelajaran
dengan pendekatan laboratorium. Dengan memodifikasi yang diperlukan, ide
untuk pendekatan laboratorium ini dapat digunakan untuk pendekatan kelas.
Dalam contoh-contoh berikut siswa melakukan perintah dengan menggunakan
program Wingeom-2dim. Gambar-gambar yang ditampilkan adalah contoh hasil
yang diharapkan dalam pengerjaan siswa dan juga berfungsi untuk memberikan
umpan balik siswa dengan pengerjaanya. Siswa juga diberikan pertanyaanpertanyaan
dan jawaban contoh yang diharapkan dicetak miring. Untuk dapat
mengerjakan kegiatan yang diberikan sebelumnya siswa diberikan pengenalan
wingeom
wingeom.exe
modul wingeom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar