Contoh pengelolaan kelas secara online, rpp, evaluasi, grade book dan report kehadiran, dll
menggunakan web based application yaitu learnboost
Berikut contoh rpp online:
candra's blog
Minggu, 02 Agustus 2015
Selasa, 01 Juli 2014
How to teach math as a social activitiy
Video berikut menunjukkanbahwa mengajar matematika sebagai aktivitas sosial lebih efektif daripada sekedar mengajar matematika dan melakukan pemecahan masalah. Video tersebut bercerita tentang bagaimana di awal tahun siswa membuat semacam kontrak/perjanjian kerja (working agreement). Working agreement adalah daftar aturan dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas, misalnya aturan bahwa semua siswa tidak boleh berbicara ketika ada temannya yang sedang berbicara atau mengajukan pendapat. Cara seperti ini sangat efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, karena secara tidak langsung siswa dituntut untuk mematuhi perjanjian (working agreement) yang telah mereka buat sendiri.
Pada bagian berikutnya video bercerita tentang bagaimana memecahkan masalah matematika dengan fishbowl activity. Para siswa dapat bekerja berpasangan atau sendirian untuk memecahkan masalah. Pilihan untuk bekerja berpasangan meningkatkan interaksi sosial serta belajar lebih banyak tentang matematika dari sudut pandang yang berbeda. Guru memberikan langkah-langkah agar siswa dapat mengikuti kegiatan fishbowl dengan baik. Setelah siswa bekerja sama untuk memecahkan masalah, mereka diminta untuk mengamati salah satu tim menjelaskan bagaimana mereka menemukan jawabannya. Hal ini sangat membantu siswa menghargai dan mendengarkan satu sama lain juga memberikan manfaat tambahan belajar materi dengan cara yang menyenangkan. Ketika semua orang memahami pelajaran yang dipelajari guru mulai pada tahapan refleksi. Mereka membahas sisi positif dan negatif dari kegiatan tersebut. Hal ini membantu dan membuat siswa memahami bagaimana setiap individu mungkin mendapatkan jawaban dengan cara yang berbeda sesuai dengan pemahaman masing-masing. Semua kegiatan ini menggambarkan bagaimana meningkatkan aktivitas sosial dan melakukan pembelajaran matematika pada saat bersamaan. Sangat menarik untuk dicoba...!!
Sumber:
Pada bagian berikutnya video bercerita tentang bagaimana memecahkan masalah matematika dengan fishbowl activity. Para siswa dapat bekerja berpasangan atau sendirian untuk memecahkan masalah. Pilihan untuk bekerja berpasangan meningkatkan interaksi sosial serta belajar lebih banyak tentang matematika dari sudut pandang yang berbeda. Guru memberikan langkah-langkah agar siswa dapat mengikuti kegiatan fishbowl dengan baik. Setelah siswa bekerja sama untuk memecahkan masalah, mereka diminta untuk mengamati salah satu tim menjelaskan bagaimana mereka menemukan jawabannya. Hal ini sangat membantu siswa menghargai dan mendengarkan satu sama lain juga memberikan manfaat tambahan belajar materi dengan cara yang menyenangkan. Ketika semua orang memahami pelajaran yang dipelajari guru mulai pada tahapan refleksi. Mereka membahas sisi positif dan negatif dari kegiatan tersebut. Hal ini membantu dan membuat siswa memahami bagaimana setiap individu mungkin mendapatkan jawaban dengan cara yang berbeda sesuai dengan pemahaman masing-masing. Semua kegiatan ini menggambarkan bagaimana meningkatkan aktivitas sosial dan melakukan pembelajaran matematika pada saat bersamaan. Sangat menarik untuk dicoba...!!
Sumber:
Minggu, 01 Juni 2014
Penggunaan wingeom dalam pembelajaran matematika
Dalam pelaksanan kegiatan pembelajaran, ditinjau dari fasilitas yang ada,
ada dua pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu pendekatan kelas dan pendekatan
laboratorium. Pendekatan kelas digunakan jika tidak cukup tersedianya komputer
bagi siswa. Pendekatan ini cukup memerlukan satu komputer dengan dukungan
viewer (proyektor untuk komputer). Guru dapat membuat presentasi materi
pembelajaran yang menarik dan menantang, yang memperhatikan aspek visual ,
animasi yang menarik, sekuensial, dan pertanyaan-pertanyaan bagi siswa yang
mendukung pemahaman konsep.
Jika tersedia fasilitas komputer yang mencukupi (idealnya satu komputer
untuk satu siswa), maka dapat dilakukan pendekatan laboratorium. Dalam
pendekatan ini Guru menyusun lembar kerja dan lembar kegiatan bagi siswa.
Lembar kegiatan siswa berisi
ada dua pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu pendekatan kelas dan pendekatan
laboratorium. Pendekatan kelas digunakan jika tidak cukup tersedianya komputer
bagi siswa. Pendekatan ini cukup memerlukan satu komputer dengan dukungan
viewer (proyektor untuk komputer). Guru dapat membuat presentasi materi
pembelajaran yang menarik dan menantang, yang memperhatikan aspek visual ,
animasi yang menarik, sekuensial, dan pertanyaan-pertanyaan bagi siswa yang
mendukung pemahaman konsep.
Jika tersedia fasilitas komputer yang mencukupi (idealnya satu komputer
untuk satu siswa), maka dapat dilakukan pendekatan laboratorium. Dalam
pendekatan ini Guru menyusun lembar kerja dan lembar kegiatan bagi siswa.
Lembar kegiatan siswa berisi
Kamis, 22 Mei 2014
SISTEM PENDIDIKAN DI NEGARA FINLANDIA
SISTEM PENDIDIKAN
DI NEGARA FINLANDIA
Negara yang terletak di eropa utara ini tercatat
sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. hal ini dikemukakan
oleh PISA ( program for internatioanal student assessment ) dimana
anak-anak finlandia berusia 15 tahun memiliki prestasi terbaik dalam bidang
sains , matematika dan kemampuan membaca usia dini.
Revolusi
sistem pendidikan Finlandia dimulai sejak tahun 1968, ketika pemerintah
memutuskan untuk menghapus sistem pendidikan berjenjang (parallel school system/ PSS) dan menggantikannya dengan sistem
pendidikan wajib dasar nasional 9 tahun. PSS merupakan sistem pendidikan yang
mengutamakan pendidikan berjenjang bagi seluruh siswa. Sistem ini dinilai tidak
efektif karena pada kenyataannya terdapat perbedaan kemampuan murid dalam
menerima dan mencerna ilmu yang diberikan. Oleh karena itu, pemerintah
Finlandia beralih menggunakan sistem pendidikan wajib dasar nasional 9 tahun,
di mana seluruh anak pada usia 7-15 tahun menerima materi dan kualitas
pendidikan yang sama dan seragam. Siswa tidak lagi mengejar angka dan peringkat
selama menjalani pendidikan wajib dasar 9 tahun, namun mengejar pemahaman dan penerapan
ilmu yang diberikan sesuai dengan kurikulum pendidikan dasar nasional.
Pendidikan dasar difokuskan pada upaya pembentukan karakter dan kapasitas dari
setiap murid.
Vektor
VEKTOR*)
Dalam materi ini akan
dibahas mengenai vektor dalam ruang dimensi dua (R2); vektor dalam ruang dimensi tiga (R3); penjumlahan, pengurangan,
dan perkalian scalar dengan vektor; hasil kali titik (dot product) dua vektor; proyeksi ortogonal suatu vektor; dan hasil
kali silang (cross product) dua
vektor.
Untuk lebih jelasnya silahkan download materi melalui link download materi vektorRabu, 21 Mei 2014
BERPIKIR TINGKAT TINGGI
Berpikir
Tingkat Tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi
yang tersimpan dalam memori dan saling terhubungkan atau menata kembali dan
memperluas informasi ini untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban
yang mungkin dalam situasi membingungkan. Berpikir tingkat tinggi adalah operasi kognitif yang banyak dibutuhkan pada
proses-proses berpikir yang terjadi dalam short-term memory. Jika
dikaitkan dengan taksonomi Bloom, berpikir tingkat tinggi meliputi evaluasi,
analisis, dan mencipta.
Thomas dan Thorne (2005)
menyatakan bahwa “Higher Order Thinking
is thinking on higher level that memorizing facts or telling something back to
sameone exactly the way the it was told to you.
ASESMEN PROSES DAN ASESMEN HASIL
ASESMEN PROSES
DAN ASESMEN HASIL
Asesmen dapat dibedakan menjadi dua yaitu asesmen hasil dan asesmen proses. Alat ukur yang
digunakan dalam asesmen hasil
umumnya adalah tes, sedangkan alat ukur untuk asesmen proses adalah observasi, wawancara, dan/atau angket. Data
yang diperoleh melaui tes adalah data yang berupa angka atau data numerik
(numeric), namun data yang diperoleh melalui obervasi, wawancara, dan angket
tergantung bentuk lembar/alat observasi, wawancara, dan angket yang digunakan. Alat
ukur yang digunakan dalam asesmen hasil
umumnya adalah tes, sedangkan alat ukur untuk asesmen proses adalah observasi, wawancara, dan/atau angket. Data
yang diperoleh melaui tes adalah data yang berupa angka atau data numerik
(numeric), namun data yang diperoleh melalui obervasi, wawancara, dan angket
tergantung bentuk lembar/alat observasi, wawancara, dan angket yang digunakan.
Sebagai contoh, observasi terstruktur menghasilkan data numerik, sedangkan
wawancara tidak menghasilkan data numerik.
Keberhasilan
pembelajaran merupakan suatu kondisi yang diperoleh dari suatu upaya pendidik
dalam berusaha membelajarkan peserta didik, sedangkan peserta didik berupaya
menguasai kompetensi yang telah dibelajarkan. Kondisi ini dapat diketahui dari
asesmen
Langganan:
Postingan (Atom)